Kodok Budek
“wah.. susah tuh kayaknya…”
“disana itu nggak enak, nanti kamu bakal di bla..bla..bla…”
“emang kamu bisa??”
“nggak mungkin kamu dapat, saingan kamu berat”
“udah lah, kamu mendingan cari yang biasa-biasa aja…”
Ketika kita ingin mencapai puncak gunung cita-cita kita, tak jarang jusrtu kita mendengar kata-kata yang membuat kita merasa nggak mampu meraihnya. Yang membuat kita merasa tidak mungkin melewati setiap halangan dan rintangan yang ada di hadapan kita.
Padahal hal tersebut belum tentu sesulit apa yang kita bayangkan. Tapi kita sudah takut untuk menjalaninya
Pernah dengar kodok budek???
Ada seekor kodok yang ikut pertandingan memanjat pohon. Tetapi saat dia mengikuti pertandingan itu, saat dia mulai memanjat banyak suara-suara yang mengatakan bahwa itu sulit.. di pohon itu banyak serangga… terlalu tinggi untuk dipanjat… dan suara-suara lainnya yang membuat banyak temen-teman nya termakan omongan itu hingga tidak meneruskan pertandingan tersebut.
Tetapi si kodok ini terus memanjat.. pelan..tapi pasti.. hingga dia sampai ke puncak dan memperoleh hadiah yang dijanjikan. Mengapa kodok ini bisa sampai di puncak? Karna dia BUDEK, dia tidak mendengar suara-suara miring yang ada di luar, suara-suara yang dapat membuat dia tidak bisa meraih harapan dan cita-citanya
Kayaknya kadang-kadang kita perlu juga untuk menjadi budek, dengan tidak mendengar suara-suara yang mematahkan semangat kita. Kita bisa menyaring mana perkataan yang membangun mana perkataan yang negatif.
Percayalah, jika kita berjuang optimal dan berserah pada Tuhan, we can reach what we want and make our dreams come true
hope the best for you guys..
Oktober 23, 2009 pada 8:18 am
setuju
terkadang dibutuhkan telinga yang “tuli” untuk maju
apalagi ketika hanya ada kata-kata negatif dan menjatuhkan yang membuat down dan mental drop
nice post
GBU
Oktober 23, 2009 pada 10:42 am
tapi gak budek benaran kan?
hehehe…
iya, omongan2 orang yg negatif jangan sampai melemahkan..justru harus sebagai cambukan agar kita semakin ke atas, untuk membuktikan kepada mereka, kita bisa jadi yang terbaik…
Oktober 27, 2009 pada 5:08 am
iya nih kadang emang harus “budek’ ya,yang penting benar,maju terus pantang mundur,nggak perlu dengar omongan miring
Oktober 27, 2009 pada 10:32 am
Setuju sizt’…
Terlalu banyak saat ini org” yang tidak menginginkan Qta maju, mungkin krn 1 atau bbrp hal, dan sring bgt Qta trpengaruh akan org” itu..
be’ positive ‘n do our bezt’
Oktober 28, 2009 pada 7:19 pm
Jika suara2 itu melemahkan, lebih baik tutp telinga.
tapi jgn sampe budeg kayak si kodok siy
Haiiii, sorry baru sempat mampir lagi hehhee
salam, EKA
November 2, 2009 pada 6:19 pm
[...] postingan sahabatku ini membuatku mengingat-ingat kembali dan juga menguatkan aku. Tentang kodok budek yang sukses memanjat sebuah pohon walaupun begitu banyak suara-suara minor yang [...]
November 3, 2009 pada 11:27 am
nice posting tiny… budeknya kodok terkadang bisa kita analogikan dengan kecuekan kita terhadap kata-kata sumbang yang hanya akan membuat kita semakin jatuh. nice posting
salam kenal
November 3, 2009 pada 5:00 pm
Nice story, memantik kepeceryaan diri
Salam kenal.
November 4, 2009 pada 9:05 am
Swearrrr kereeennnnn banget nih postingan
November 9, 2009 pada 12:24 am
nice sharing. yup intinya memang berserah pada Tuhan. Tpi untuk masukan yg positif ada baikknya kita dengarkan loh. hehe..thnx udah mampir di blog saya. salam kenal.
November 20, 2009 pada 7:12 pm
hehe,,,kadang2 susah klu mau budeg, mslhnya emg tlinga ini psti kebuka trus.. Tp intinya emg utk mnghilangkan suara2 miring itu qt hrus fokus ama Tuhan, kalau itu emg calling kita, mimpi yg Dia ksh, maka anugerahNya psti lbh dri cukup utk mmbawa qt ksana. Krna Dia yg mmnggil adalah setia…:D
GBU